H1 Sering Dengar ISO dan KAN Tapi Masih Bingung? Ini Penjelasan Paling Simpelnya

“Perusahaan kami sudah punya ISO. Tapi KAN itu apa?”
Pertanyaan seperti ini sebenarnya sangat wajar. Apalagi ketika tim procurement, QA, atau tender mulai meminta sertifikat ISO dari lembaga yang terakreditasi KAN, istilah yang sebelumnya terasa sederhana tiba-tiba menjadi cukup rumit.
Ada perusahaan yang mengira ISO dan KAN merupakan dua jenis sertifikat. Ada juga yang menganggap KAN sebagai lembaga yang menerbitkan sertifikat ISO langsung kepada perusahaan.
Padahal, keduanya punya peran yang berbeda.
Memahami perbedaan ISO dan KAN akan membantu perusahaan membaca sertifikat dengan lebih teliti. Terutama ketika dokumen tersebut akan digunakan untuk tender, memenuhi persyaratan pelanggan, masuk ke rantai pasok perusahaan besar, atau mendukung ekspansi bisnis.
Cara paling gampang memahaminya adalah dengan melihat hubungan keduanya sebagai sebuah rantai. ISO menyediakan standar atau persyaratan yang menjadi acuan, sementara badan akreditasi seperti KAN berperan menilai kompetensi lembaga penilaian kesesuaian dalam ruang lingkup tertentu.
Nah, dari sini kita bisa mulai membongkar kebingungan yang sering terjadi.
H2: ISO dan KAN Itu Sebenarnya Apa?
Sebelum membahas sertifikat, kita perlu memisahkan dua istilah ini terlebih dahulu.
Kalau diibaratkan sebuah pertandingan, ISO lebih dekat dengan aturan atau standar yang harus dipenuhi, sedangkan KAN berkaitan dengan pengakuan kompetensi pihak yang melakukan penilaian.
H3: ISO Menjadi Acuan Standar bagi Organisasi
ISO merupakan organisasi internasional yang mengembangkan dan menerbitkan standar internasional.
Dalam dunia bisnis, beberapa standar yang cukup dikenal antara lain ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan, dan ISO 45001 untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
Standar tersebut memberikan persyaratan atau kerangka kerja yang dapat digunakan organisasi untuk membangun dan mengelola sistem manajemen.
Jadi ketika perusahaan mengatakan, “Kami menerapkan ISO 9001,” maksudnya perusahaan menerapkan sistem manajemen mutu berdasarkan persyaratan standar tersebut.
H3: KAN Berhubungan dengan Akreditasi
KAN merupakan singkatan dari Komite Akreditasi Nasional.
Dalam ekosistem penilaian kesesuaian di Indonesia, KAN berperan sebagai badan akreditasi yang menilai kompetensi lembaga penilaian kesesuaian berdasarkan persyaratan dan ruang lingkup tertentu.
Nah, ini berbeda dengan sertifikasi.
KAN tidak datang ke perusahaan untuk melakukan audit ISO 9001 lalu memberikan sertifikat ISO 9001 kepada perusahaan tersebut.
Sederhananya:
ISO → menyediakan standar.
KAN → mengakreditasi lembaga penilaian kesesuaian dalam ruang lingkup tertentu.
Lembaga sertifikasi → melakukan audit dan sertifikasi terhadap perusahaan.
H3: Sertifikasi dan Akreditasi Bukan Hal yang Sama
Inilah titik yang paling sering membuat orang tertukar.
Sertifikasi merupakan kegiatan penilaian terhadap organisasi atau sistem tertentu untuk menyatakan kesesuaiannya dengan persyaratan yang ditetapkan.
Sementara itu, akreditasi merupakan pengakuan formal terhadap kompetensi lembaga penilaian kesesuaian dalam menjalankan kegiatan tertentu.
Bayangkan Anda ingin mengikuti ujian.
Perusahaan adalah peserta ujian, lembaga sertifikasi bertindak sebagai pihak yang melakukan penilaian, sedangkan badan akreditasi menilai apakah lembaga tersebut kompeten menjalankan fungsi penilaiannya.
Dengan analogi ini, hubungan ISO dan KAN menjadi jauh lebih mudah dipahami.
H2: Bagaimana Hubungan ISO, KAN, dan Sertifikat Perusahaan?
Setelah memahami pengertian dasarnya, sekarang kita masuk ke bagian yang lebih praktis.
Ketika perusahaan memegang sertifikat ISO, sebenarnya ada beberapa pihak yang berada dalam satu rangkaian proses.
H3: Perusahaan Menerapkan Standar ISO
Semuanya dimulai dari kebutuhan perusahaan.
Misalnya sebuah perusahaan manufaktur ingin meningkatkan konsistensi mutu produknya. Manajemen kemudian memilih ISO 9001 sebagai kerangka sistem manajemen mutu.
Perusahaan melakukan gap analysis, menyusun proses, menetapkan tanggung jawab, mengendalikan dokumen, melakukan audit internal, mengevaluasi kinerja, dan melakukan perbaikan.
Barulah perusahaan siap menghadapi proses sertifikasi.
H3: Lembaga Sertifikasi Melakukan Audit
Setelah sistem diterapkan, perusahaan dapat menggunakan jasa lembaga sertifikasi untuk menjalani proses audit sertifikasi.
Auditor akan menilai apakah sistem manajemen perusahaan memenuhi persyaratan standar yang menjadi dasar sertifikasi.
Jika persyaratan terpenuhi sesuai proses sertifikasi yang berlaku, lembaga sertifikasi dapat menerbitkan sertifikat.
Di sinilah pentingnya membedakan lembaga sertifikasi dengan badan akreditasi.
Lembaga sertifikasi melakukan kegiatan sertifikasi. Badan akreditasi menilai kompetensi lembaga sertifikasi dalam ruang lingkup yang diakreditasi.
H3: KAN Menilai Kompetensi Lembaga dalam Ruang Lingkupnya
Jika lembaga sertifikasi tersebut terakreditasi KAN untuk ruang lingkup tertentu, status tersebut menunjukkan bahwa kompetensinya telah dinilai terhadap persyaratan akreditasi yang berlaku.
Karena itu, perusahaan yang membutuhkan sertifikasi terakreditasi sebaiknya tidak hanya bertanya, “Apakah lembaga ini bisa menerbitkan ISO?”
Pertanyaan yang lebih tepat adalah:
“Apakah lembaga ini terakreditasi untuk standar dan ruang lingkup yang kami butuhkan?”
Perbedaan kecil dalam pertanyaan tersebut bisa membuat proses pemilihan lembaga sertifikasi menjadi jauh lebih tepat.
H2: Kapan Perbedaan ISO dan KAN Menjadi Penting bagi Perusahaan?
Untuk perusahaan kecil, istilah akreditasi mungkin awalnya terasa terlalu teknis.
Namun ketika sertifikat mulai digunakan untuk kebutuhan eksternal, pemahamannya menjadi semakin penting.
H3: Saat Mengikuti Tender
Tim tender biasanya tidak hanya menyiapkan proposal harga.
Ada persyaratan administrasi, teknis, legalitas, pengalaman, hingga sertifikasi tertentu yang mungkin diminta oleh pemilik pekerjaan.
Jika tender mensyaratkan sertifikasi dari lembaga yang terakreditasi, perusahaan perlu memastikan sertifikatnya memenuhi ketentuan tersebut.
Jadi, memiliki sertifikat ISO saja belum tentu menjawab seluruh persyaratan tender.
H3: Saat Menjadi Supplier Perusahaan Besar
Perusahaan besar sering memiliki proses evaluasi supplier yang cukup ketat.
Mereka dapat meminta dokumen seperti sertifikat sistem manajemen mutu, lingkungan, atau keselamatan kerja sebagai bagian dari proses kualifikasi.
Di sini, status lembaga sertifikasi dan ruang lingkup sertifikasi bisa menjadi informasi yang diperiksa.
Misalnya supplier memiliki ISO 9001, tetapi ruang lingkup sertifikatnya tidak mencakup aktivitas yang relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan.
Artinya, perusahaan tetap perlu membaca detail sertifikat, bukan hanya judul standarnya.
H3: Saat Menargetkan Pasar Internasional
Ketika perusahaan mulai bekerja dengan pelanggan luar negeri, pertanyaan tentang pengakuan sertifikasi bisa semakin sering muncul.
Dalam konteks tertentu, sertifikasi yang diterbitkan melalui lembaga yang diakreditasi oleh badan akreditasi yang memiliki pengakuan melalui skema multilateral dapat memberikan keyakinan yang lebih luas terhadap kompetensi proses sertifikasi.
Namun, “terakreditasi” tidak berarti setiap sertifikat otomatis diterima oleh semua organisasi di seluruh dunia.
Persyaratan pelanggan, tender, industri, dan negara tujuan tetap perlu diperiksa satu per satu.
FAQ
1. Apa perbedaan ISO dan KAN?
ISO berkaitan dengan standar internasional yang menjadi acuan organisasi, sedangkan KAN merupakan badan akreditasi nasional Indonesia. KAN menilai kompetensi lembaga penilaian kesesuaian dalam ruang lingkup tertentu, termasuk lembaga sertifikasi sistem manajemen.
2. Apakah KAN menerbitkan sertifikat ISO?
Tidak secara langsung. KAN berperan sebagai badan akreditasi. Sertifikat ISO perusahaan diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang melakukan proses audit dan sertifikasi sesuai standar yang digunakan.
3. Apa hubungan ISO dengan sertifikat KAN?
ISO menyediakan standar yang menjadi dasar sertifikasi, sedangkan KAN dapat mengakreditasi lembaga sertifikasi untuk ruang lingkup tertentu. Jadi, ISO dan KAN memiliki fungsi berbeda tetapi dapat berada dalam satu rantai sertifikasi.
4. Apakah semua sertifikat ISO harus memiliki tanda KAN?
Tidak selalu. Kebutuhan akreditasi bergantung pada tujuan sertifikasi dan persyaratan pihak yang menerima sertifikat. Untuk tender atau pelanggan tertentu, status akreditasi dapat menjadi persyaratan khusus.
5. Apakah ISO 9001 bisa diterbitkan oleh lembaga terakreditasi KAN?
Bisa, jika lembaga sertifikasi tersebut memiliki akreditasi KAN untuk ruang lingkup ISO 9001 yang relevan. Perusahaan sebaiknya memeriksa status dan ruang lingkup akreditasi sebelum memilih lembaga sertifikasi.
6. Bagaimana cara mengetahui lembaga sertifikasi terakreditasi KAN?
Perusahaan dapat memeriksa informasi akreditasi melalui sumber resmi KAN. Cocokkan nama lembaga, standar, dan ruang lingkup akreditasi dengan kebutuhan perusahaan, bukan hanya melihat logo pada materi promosi.
7. Apakah sertifikat ISO tanpa akreditasi KAN tidak berlaku?
Tidak otomatis demikian. Validitas dan penerimaan sertifikat bergantung pada proses sertifikasi serta tujuan penggunaannya. Namun, jika pelanggan atau tender secara khusus mensyaratkan sertifikasi terakreditasi, perusahaan perlu memastikan lembaga penerbit memenuhi persyaratan tersebut.
Kesimpulan
Sekarang seharusnya perbedaan ISO dan KAN tidak lagi terasa membingungkan.
ISO berkaitan dengan standar yang digunakan organisasi, sementara KAN berperan sebagai badan akreditasi yang menilai kompetensi lembaga penilaian kesesuaian dalam ruang lingkup tertentu. Lembaga sertifikasi kemudian menjalankan proses audit dan sertifikasi terhadap perusahaan.
Jadi ketika perusahaan hendak mengurus ISO, jangan berhenti pada pertanyaan, “Mau ambil ISO yang mana?”
Tambahkan satu pertanyaan lagi: “Siapa yang akan menerbitkan sertifikatnya, dan apakah status serta ruang lingkup akreditasinya sesuai dengan kebutuhan kami?”
Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu perusahaan menghindari salah pilih lembaga sertifikasi, terutama ketika sertifikat akan digunakan untuk tender, supplier qualification, atau kebutuhan bisnis lainnya.
Pada akhirnya, memahami rantai ISO → sertifikasi → akreditasi membuat perusahaan tidak hanya memiliki dokumen, tetapi juga memahami nilai dan konteks di balik dokumen tersebut.
Ingin mengurus sertifikasi ISO resmi tanpa ribet dan penuh kepastian?
Konsultasikan kebutuhan ISO perusahaan Anda sekarang dan dapatkan pendampingan profesional hingga sertifikat resmi terbit!
—
KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +6282112139439
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
