H1 Sertifikat ISO Anda Diakui Internasional atau Tidak? Cek Tanda KAN Ini Sekarang

Pernahkah perusahaan Anda diminta menunjukkan sertifikat ISO oleh calon pelanggan, partner bisnis, atau tim procurement?
Dokumennya ada. Nomor sertifikat juga tercantum. Bahkan standar seperti ISO 9001 atau ISO 45001 terlihat jelas di halaman pertama. Tetapi ketika masuk tahap verifikasi, muncul pertanyaan yang sering membuat perusahaan bingung: “Apakah sertifikat ini benar-benar diakui?”
Di sinilah banyak perusahaan baru mulai memperhatikan sertifikat ISO diakui internasional dan hubungan akreditasi KAN dengan pengakuan tersebut.
Masalahnya, tanda pada sertifikat tidak cukup hanya dilihat dari bentuk logonya. Ada rantai akreditasi yang perlu dipahami, mulai dari lembaga sertifikasi, badan akreditasi, ruang lingkup akreditasi, hingga pengakuan dalam skema multilateral.
KAN tercatat sebagai badan akreditasi nasional Indonesia dan memiliki ruang lingkup dalam sertifikasi sistem manajemen pada skema yang terkait dengan ISO/IEC 17021-1 serta beberapa standar seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO/IEC 27001, ISO 45001, dan lainnya dalam daftar IAF MLA.
Jadi, bagaimana cara membaca tanda tersebut dengan benar?
H2: Apa Arti Tanda KAN pada Sertifikat ISO?
Bayangkan Anda sedang membeli sebuah produk dari perusahaan yang belum pernah Anda kenal. Anda tentu tidak hanya melihat kemasannya, tetapi juga ingin tahu siapa yang melakukan pemeriksaan dan apakah pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan sistem yang dapat dipercaya.
Prinsip yang sama berlaku dalam sertifikasi.
H3: KAN Berperan sebagai Badan Akreditasi
KAN merupakan singkatan dari Komite Akreditasi Nasional.
Dalam rantai penilaian kesesuaian, KAN berperan sebagai badan akreditasi yang menilai kompetensi lembaga penilaian kesesuaian berdasarkan persyaratan yang berlaku.
Artinya, KAN bukan lembaga yang datang ke perusahaan Anda untuk melakukan audit ISO dan kemudian menerbitkan sertifikat ISO.
Gambaran sederhananya seperti ini:
KAN → mengakreditasi lembaga sertifikasi → lembaga sertifikasi mengaudit perusahaan → perusahaan mendapatkan sertifikat.
Memahami alur tersebut membantu perusahaan membedakan antara akreditasi dan sertifikasi.
H3: Tanda KAN Tidak Berdiri Sendiri
Ketika melihat tanda KAN pada sertifikat, jangan langsung berhenti pada keberadaan logonya.
Perhatikan juga identitas lembaga sertifikasi, standar yang disertifikasi, nomor sertifikat, ruang lingkup, serta informasi akreditasi yang tercantum.
Mengapa?
Karena sebuah lembaga sertifikasi bisa memiliki akreditasi untuk standar tertentu, tetapi belum tentu seluruh layanan atau seluruh standar yang ditawarkannya berada dalam ruang lingkup akreditasi tersebut.
Jadi, yang diperiksa bukan sekadar “ada logo KAN atau tidak”, melainkan “apakah sertifikasi ini diterbitkan dalam ruang lingkup akreditasi yang sesuai?”
H3: Akreditasi Berbeda dengan Sekadar Klaim “Internasional”
Ini bagian yang sering membingungkan.
Sebuah lembaga sertifikasi mungkin menggunakan istilah seperti international certification, global certification, atau istilah serupa dalam materi pemasarannya. Namun, istilah tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sertifikat tertentu memperoleh pengakuan internasional melalui skema akreditasi.
Dalam konteks pengakuan internasional, struktur akreditasi dan ruang lingkupnya jauh lebih penting daripada istilah pemasaran.
IAF menjelaskan bahwa akreditasi dari badan akreditasi yang menjadi penandatangan MLA diberikan pengakuan melalui mekanisme multilateral berdasarkan ruang lingkup yang relevan.
H2: Bagaimana Mengetahui Sertifikat ISO Diakui Internasional?
Tidak semua sertifikat dengan logo ISO otomatis memiliki status yang sama.
Kalau perusahaan ingin menggunakan sertifikat untuk pelanggan luar negeri, tender, supply chain, atau kebutuhan bisnis lintas negara, pemeriksaannya perlu dilakukan lebih teliti.
H3: Cek Lembaga Sertifikasinya Terlebih Dahulu
Langkah pertama bukan melihat nama perusahaan Anda yang tercantum pada sertifikat.
Lihat siapa lembaga sertifikasi yang menerbitkan sertifikat tersebut.
Kemudian periksa apakah lembaga tersebut memang terakreditasi oleh badan akreditasi yang relevan dan apakah akreditasinya mencakup standar yang Anda gunakan.
Misalnya perusahaan memperoleh ISO 9001. Jangan hanya memastikan lembaga tersebut menawarkan ISO 9001.
Pastikan juga sertifikasi ISO 9001 tersebut berada dalam ruang lingkup akreditasi yang relevan.
H3: Cocokkan Standar dengan Ruang Lingkup Akreditasi
Ini mungkin terdengar teknis, tetapi sebenarnya logikanya sederhana.
Anggap perusahaan memiliki tiket masuk untuk sebuah acara. Tiket tersebut harus sesuai dengan acara dan kelas yang dituju.
Begitu pula dengan sertifikasi. Akreditasi lembaga sertifikasi harus mencakup skema atau standar yang relevan dengan sertifikat yang diterbitkan.
Dalam daftar IAF MLA, KAN tercatat memiliki ruang lingkup sertifikasi sistem manajemen, termasuk ISO 9001, ISO 14001, ISO/IEC 27001, ISO 45001, ISO 50001, dan beberapa skema lainnya.
Karena ruang lingkup dapat berubah, pemeriksaan sebaiknya mengacu pada informasi akreditasi terbaru, bukan hanya dokumen lama atau materi promosi.
H3: Perhatikan Hubungan KAN dengan Pengakuan Internasional
Nah, di sinilah istilah “internasional” perlu dipahami secara tepat.
IAF menjelaskan bahwa MLA dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa badan akreditasi yang menjadi penandatangan dan lembaga yang diakreditasi dalam ruang lingkup terkait menerapkan standar yang setara, sehingga hasil sertifikasi dapat memperoleh pengakuan yang lebih luas.
Dalam daftar IAF MLA, KAN tercatat sebagai National Accreditation Body of Indonesia, dengan ruang lingkup Management Systems Certification yang mencakup ISO/IEC 17021-1 dan beberapa sub-ruang lingkup standar manajemen.
Namun, ini bukan berarti setiap sertifikat ISO yang memiliki logo KAN otomatis diterima tanpa pemeriksaan di setiap negara atau organisasi.
Persyaratan pihak yang menerima sertifikat tetap harus diperhatikan.
H2: Jangan Sampai Salah Membaca Sertifikat ISO Perusahaan
Sertifikat ISO bisa terlihat sangat meyakinkan dari sisi desain. Tetapi untuk kebutuhan bisnis, justru informasi kecil di dalamnya yang sering lebih penting.
H3: Periksa Nomor Sertifikat dan Ruang Lingkup
Jangan hanya menyimpan sertifikat sebagai file PDF.
Tim QA, procurement, atau compliance sebaiknya memahami informasi dasar di dalamnya, termasuk nomor sertifikat, nama organisasi, standar yang digunakan, lokasi atau unit yang tercakup, dan ruang lingkup sertifikasi.
Informasi tersebut berguna ketika pelanggan meminta verifikasi.
Misalnya sebuah perusahaan memiliki beberapa pabrik. Sertifikat untuk kantor pusat belum tentu otomatis mencakup seluruh fasilitas produksi.
H3: Pastikan Sertifikat Masih Berlaku
Sertifikat bukan dokumen yang cukup diperiksa sekali lalu dilupakan.
Perusahaan perlu memperhatikan tanggal penerbitan, masa berlaku, status sertifikasi, serta proses audit pengawasan atau surveillance yang berlaku pada skema sertifikasi.
Bayangkan perusahaan mengirimkan sertifikat lama kepada calon pelanggan tanpa mengecek status terbarunya.
Secara administratif, hal tersebut bisa menimbulkan pertanyaan yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.
H3: Sesuaikan dengan Kebutuhan Pelanggan atau Tender
Ada perbedaan antara “sertifikat yang valid” dan “sertifikat yang memenuhi persyaratan pihak tertentu.”
Sertifikat bisa saja masih berlaku, tetapi tender meminta sertifikasi dari lembaga dengan status akreditasi tertentu.
Begitu juga dengan pelanggan multinasional yang mungkin memiliki daftar persyaratan supplier sendiri.
Karena itu, sebelum menggunakan sertifikat untuk kebutuhan eksternal, perusahaan sebaiknya memeriksa persyaratan pihak penerima terlebih dahulu.
FAQ
1. Apakah sertifikat ISO dengan tanda KAN diakui internasional?
Pengakuan internasional bergantung pada lembaga sertifikasi, ruang lingkup akreditasinya, serta skema pengakuan yang berlaku. KAN tercatat dalam daftar IAF MLA untuk beberapa ruang lingkup, termasuk sertifikasi sistem manajemen. Namun, penerimaan akhir tetap dapat bergantung pada persyaratan organisasi atau negara penerima.
2. Apakah semua sertifikat ISO otomatis memiliki pengakuan internasional?
Tidak. Nama standar ISO pada sertifikat tidak otomatis menunjukkan status akreditasi atau pengakuan internasional. Perusahaan perlu melihat lembaga penerbit, badan akreditasi, ruang lingkup akreditasi, dan persyaratan pihak yang menerima sertifikat.
3. Apa fungsi tanda KAN pada sertifikat ISO?
Tanda tersebut berkaitan dengan status akreditasi dalam rantai penilaian kesesuaian. KAN menilai dan mengakreditasi lembaga penilaian kesesuaian berdasarkan ruang lingkup tertentu. Karena itu, perusahaan tetap perlu memeriksa apakah sertifikat diterbitkan dalam ruang lingkup akreditasi yang relevan.
4. Apakah KAN menerbitkan sertifikat ISO untuk perusahaan?
Tidak dalam pengertian sebagai lembaga yang melakukan audit sertifikasi sistem manajemen perusahaan. KAN berperan sebagai badan akreditasi, sedangkan lembaga sertifikasi yang diakreditasi melakukan proses audit dan sertifikasi kepada organisasi.
5. Bagaimana cara mengecek apakah lembaga sertifikasi terakreditasi KAN?
Periksa daftar dan informasi akreditasi resmi KAN, kemudian cocokkan nama lembaga sertifikasi serta ruang lingkup akreditasinya dengan standar yang dibutuhkan. Jangan hanya mengandalkan logo atau klaim yang terdapat pada brosur.
6. Apakah sertifikat ISO terakreditasi KAN pasti diterima semua perusahaan luar negeri?
Tidak otomatis. Akreditasi membantu membangun dasar pengakuan melalui mekanisme akreditasi internasional, tetapi organisasi penerima dapat memiliki persyaratan tambahan. Karena itu, perusahaan perlu memeriksa ketentuan pelanggan atau tender secara spesifik.
7. Apa yang harus dicek sebelum memilih lembaga sertifikasi ISO?
Periksa status akreditasi, ruang lingkup akreditasi, standar yang tersedia, kompetensi dan pengalaman lembaga, proses audit, serta kebutuhan akhir perusahaan. Untuk kebutuhan tender atau pasar internasional, pastikan sertifikasi yang diterbitkan memenuhi persyaratan pihak yang akan menerima dokumen.
Kesimpulan
Jadi, apakah sertifikat ISO diakui internasional hanya karena terdapat logo ISO atau tulisan “international”?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
Perusahaan perlu melihat rantai sertifikasinya: siapa lembaga sertifikasinya, siapa yang mengakreditasi, apakah ruang lingkup akreditasinya sesuai, dan bagaimana posisi badan akreditasi tersebut dalam skema pengakuan internasional.
KAN sendiri tercatat sebagai badan akreditasi Indonesia dalam daftar IAF MLA untuk berbagai ruang lingkup, termasuk sertifikasi sistem manajemen.
Pada akhirnya, jangan memilih sertifikasi hanya karena desain sertifikat terlihat meyakinkan. Periksa status, ruang lingkup, dan tujuan penggunaannya. Sebab sertifikat yang tepat bukan sekadar terlihat resmi di atas kertas, tetapi juga harus sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pihak yang akan menerimanya.
Ingin mengurus sertifikasi ISO resmi tanpa ribet dan penuh kepastian?
Konsultasikan kebutuhan ISO perusahaan Anda sekarang dan dapatkan pendampingan profesional hingga sertifikat resmi terbit!
—
KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +6282112139439
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
