Syarat Sertifikasi ISO 13485 untuk Perusahaan: Dokumen, Proses Audit, dan Persiapan yang Harus Dilakukan

Perusahaan alat kesehatan bisa saja sudah memiliki produk yang bagus. Namun ketika calon pelanggan meminta bukti bahwa proses produksi dan pengendalian mutunya dikelola secara sistematis, pertanyaannya berubah: apakah perusahaan sudah memiliki sistem yang dapat dibuktikan?

Di sinilah syarat sertifikasi ISO 13485 mulai menjadi perhatian.

Bagi perusahaan yang bergerak dalam pengembangan, produksi, penyimpanan, distribusi, instalasi, atau layanan terkait alat kesehatan, persiapan sertifikasi bukan sekadar membuat sejumlah dokumen. Perusahaan perlu menunjukkan bahwa sistem manajemen mutu benar-benar diterapkan dan mampu mendukung konsistensi proses.

Nah, bagian inilah yang sering membuat perusahaan bingung. Dokumen apa saja yang harus disiapkan? Bagaimana proses auditnya? Apa yang perlu dilakukan sebelum auditor datang?

Artikel ini membahasnya dari sudut pandang praktis agar perusahaan memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum memulai proses sertifikasi.


Memahami Syarat Sertifikasi ISO 13485 Sebelum Memulai

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah perusahaan langsung meminta dibuatkan dokumen tanpa memahami kondisi sistem yang sudah berjalan.

Padahal, langkah pertama justru seharusnya melihat posisi perusahaan saat ini.

Tentukan Lingkup Sistem Manajemen Mutu

Sebelum masuk lebih jauh, perusahaan perlu menentukan scope sistem manajemen mutu yang akan diterapkan.

Lingkup tersebut perlu menggambarkan aktivitas dan proses yang relevan dengan bisnis perusahaan. Misalnya, apakah perusahaan melakukan desain dan pengembangan, produksi, penyimpanan, distribusi, instalasi, atau layanan purnajual.

Semakin jelas lingkupnya, semakin mudah perusahaan menentukan proses mana yang harus dikendalikan.

Coba bayangkan perusahaan seperti sebuah rantai. Jika hanya satu bagian yang diperhatikan sementara proses lain diabaikan, konsistensi sistem akan sulit dipertahankan.

Pahami Konteks dan Risiko Proses

ISO 13485 menempatkan pengendalian mutu dalam konteks industri alat kesehatan yang memiliki karakteristik dan kebutuhan regulasi tersendiri.

Karena itu, perusahaan perlu memahami proses bisnisnya secara menyeluruh.

Contohnya, perusahaan harus mampu mengidentifikasi risiko yang berkaitan dengan proses produksi, pemasok, pengendalian produk, dokumentasi, hingga aktivitas setelah produk digunakan.

Pendekatan ini membantu perusahaan tidak sekadar “memenuhi standar”, tetapi memahami alasan di balik pengendalian yang diterapkan.

Pastikan Manajemen Terlibat

Sertifikasi tidak seharusnya menjadi proyek satu orang dari departemen QA.

Manajemen perlu menunjukkan komitmen, menyediakan sumber daya, menetapkan tanggung jawab, dan memastikan sistem berjalan secara konsisten.

Jika hanya tim mutu yang memahami sistem sementara bagian produksi, procurement, warehouse, atau engineering tidak terlibat, penerapan biasanya akan terasa berat.

Di sinilah komunikasi lintas departemen menjadi penting.


Dokumen yang Perlu Dipersiapkan untuk ISO 13485

Dokumen menjadi salah satu bagian yang paling banyak ditanyakan ketika perusahaan mulai mempersiapkan sertifikasi.

Namun, jumlah dokumen bukan ukuran utama keberhasilan. Yang lebih penting adalah apakah dokumentasi tersebut relevan dan benar-benar digunakan.

Kebijakan dan Sasaran Mutu

Perusahaan perlu memiliki arah yang jelas mengenai komitmen terhadap mutu.

Kebijakan mutu menjadi dasar bagi organisasi dalam menentukan sasaran dan pendekatan pengelolaan kualitas.

Misalnya, perusahaan menetapkan sasaran terkait pengurangan ketidaksesuaian produk, peningkatan ketepatan pengiriman, pengendalian keluhan pelanggan, atau peningkatan efektivitas proses.

Sasaran tersebut sebaiknya dapat dipantau dan dievaluasi.

Prosedur dan Instruksi Kerja

Prosedur membantu menjelaskan bagaimana proses tertentu dijalankan.

Dalam konteks perusahaan alat kesehatan, dokumentasi dapat berkaitan dengan pengendalian dokumen, pengendalian rekaman, pembelian, produksi, inspeksi, penanganan produk tidak sesuai, tindakan korektif, audit internal, hingga proses lain yang masuk dalam lingkup sistem.

Instruksi kerja kemudian dapat digunakan untuk menjelaskan aktivitas tertentu secara lebih rinci.

Yang perlu diingat, jangan membuat prosedur hanya karena auditor mungkin meminta dokumen tersebut.

Dokumen harus membantu karyawan bekerja secara konsisten.

Rekaman sebagai Bukti Implementasi

Ini bagian yang sering luput.

Perusahaan dapat memiliki prosedur yang sangat rapi, tetapi auditor tetap akan mencari bukti bahwa prosedur tersebut benar-benar dijalankan.

Contohnya dapat berupa rekaman inspeksi, hasil evaluasi pemasok, catatan pelatihan, laporan audit internal, hasil tindakan korektif, rekaman pemeliharaan, atau catatan lainnya sesuai proses yang diterapkan.

Sederhananya, dokumen menjelaskan apa yang harus dilakukan, sedangkan rekaman membantu membuktikan bahwa aktivitas tersebut benar-benar dilakukan.


Tahapan Audit dan Persiapan Sertifikasi ISO 13485

Setelah sistem mulai diterapkan, perusahaan perlu mempersiapkan diri menghadapi proses evaluasi dari lembaga sertifikasi.

Lakukan Gap Assessment

Sebelum audit sertifikasi, perusahaan sebaiknya mengetahui terlebih dahulu posisi sistemnya.

Gap assessment digunakan untuk melihat kesenjangan antara kondisi yang berjalan dengan persyaratan yang relevan.

Hasilnya dapat menjadi daftar pekerjaan yang perlu diselesaikan.

Misalnya, perusahaan menemukan bahwa evaluasi pemasok sudah dilakukan tetapi belum memiliki kriteria yang konsisten. Temuan seperti ini dapat diperbaiki sebelum masuk ke audit sertifikasi.

Jalankan Sistem Sebelum Audit

Jangan terburu-buru menganggap perusahaan siap hanya karena dokumen sudah selesai.

Sistem perlu dijalankan sehingga perusahaan memiliki bukti penerapan.

Tim juga perlu memahami tanggung jawabnya masing-masing. Auditor bisa saja bertanya kepada karyawan di bagian operasional mengenai proses yang mereka lakukan.

Karena itu, kesiapan tidak hanya berada di ruang rapat manajemen.

Audit Internal dan Tinjauan Manajemen

Audit internal membantu perusahaan melihat apakah sistem telah berjalan sesuai dengan rencana dan persyaratan yang ditetapkan.

Dari sini, perusahaan dapat menemukan ketidaksesuaian dan melakukan tindakan perbaikan.

Selain audit internal, tinjauan manajemen menjadi bagian penting untuk mengevaluasi efektivitas sistem secara keseluruhan.

Jika ada masalah, jangan melihat temuan sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.

Justru temuan sebelum audit sertifikasi memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan perbaikan terlebih dahulu.


Apa yang Biasanya Diperiksa Auditor?

Saat audit berlangsung, auditor tidak hanya melihat dokumen.

Mereka dapat menilai kesesuaian antara prosedur, implementasi, bukti rekaman, serta kondisi aktual di lapangan.

Misalnya, perusahaan memiliki prosedur pemeriksaan produk. Auditor dapat melihat bagaimana pemeriksaan dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, bagaimana hasilnya dicatat, dan apa yang dilakukan ketika ditemukan ketidaksesuaian.

Artinya, ada tiga hal yang perlu berjalan searah:

Dokumen → Implementasi → Bukti.

Jika ketiganya konsisten, perusahaan akan lebih siap menghadapi proses audit.


Kesalahan yang Perlu Dihindari Sebelum Sertifikasi

Menumpuk Dokumen Menjelang Audit

Membuat puluhan dokumen dalam waktu singkat tidak otomatis membuat perusahaan siap.

Jika karyawan belum memahami prosedur, sistem tersebut akan sulit berjalan secara natural.

Menganggap ISO Hanya Tanggung Jawab QA

Sistem manajemen mutu melibatkan berbagai fungsi.

Procurement dapat berhubungan dengan pengendalian pemasok. Produksi menjalankan proses operasional. Warehouse menangani penyimpanan. HR mendukung kompetensi personel.

Karena itu, keberhasilan implementasi membutuhkan kolaborasi.

Tidak Menindaklanjuti Temuan

Temuan audit internal seharusnya menjadi bahan perbaikan.

Perusahaan perlu mencari penyebab masalah, menentukan tindakan yang sesuai, menjalankannya, dan mengevaluasi efektivitasnya.

Jangan sampai masalah yang sama muncul kembali ketika audit sertifikasi berlangsung.


FAQ Syarat Sertifikasi ISO 13485

1. Apa saja syarat sertifikasi ISO 13485?

Secara umum, perusahaan perlu memiliki sistem manajemen mutu yang sesuai dengan persyaratan ISO 13485, menentukan ruang lingkup, menyiapkan dokumentasi yang relevan, menerapkan proses, melakukan evaluasi internal, dan menunjukkan bukti implementasi sebelum menjalani audit sertifikasi.

2. Apakah ISO 13485 hanya untuk produsen alat kesehatan?

Tidak hanya produsen. ISO 13485 dapat relevan bagi berbagai organisasi yang terlibat dalam siklus hidup alat kesehatan, tergantung aktivitas, ruang lingkup bisnis, dan kebutuhan regulasi yang berlaku.

3. Apakah semua dokumen ISO 13485 harus dibuat dari awal?

Tidak selalu. Perusahaan dapat mengevaluasi dokumen dan proses yang sudah tersedia, kemudian menyesuaikannya dengan persyaratan ISO 13485. Pendekatan ini biasanya lebih efektif daripada membuat seluruh sistem dari nol.

4. Berapa lama proses sertifikasi ISO 13485?

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua perusahaan. Waktunya dipengaruhi oleh ukuran organisasi, kompleksitas proses, jumlah lokasi, kesiapan sistem, jumlah personel, dan seberapa banyak proses yang perlu diperbaiki.

5. Apakah audit internal wajib dilakukan?

Audit internal merupakan bagian penting dalam mengevaluasi kesesuaian dan efektivitas sistem manajemen mutu. Perusahaan sebaiknya menggunakan hasil audit tersebut untuk menemukan dan memperbaiki masalah sebelum proses audit sertifikasi.

6. Apakah perusahaan bisa mendapatkan ISO 13485 tanpa konsultan?

Bisa, jika perusahaan memiliki kompetensi internal dan sumber daya yang memadai. Konsultan bukan pengganti kewajiban perusahaan, tetapi dapat membantu mempercepat pemahaman, implementasi, dan persiapan audit.

7. Apakah sertifikasi ISO 13485 sama dengan izin edar alat kesehatan?

Tidak. Sertifikasi ISO 13485 berkaitan dengan sistem manajemen mutu organisasi. Persyaratan izin edar dan regulasi produk merupakan hal berbeda dan harus dipenuhi sesuai ketentuan regulator yang berlaku.


Kesimpulan

Memahami syarat sertifikasi ISO 13485 sejak awal dapat membantu perusahaan menghindari persiapan yang terburu-buru.

Kuncinya bukan sekadar mengumpulkan dokumen, melainkan membangun sistem manajemen mutu yang sesuai dengan proses perusahaan, menjalankannya secara konsisten, menyimpan bukti penerapan, serta melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala.


Ingin mengurus sertifikasi ISO resmi tanpa ribet dan penuh kepastian?
Konsultasikan kebutuhan ISO perusahaan Anda sekarang dan dapatkan pendampingan profesional hingga sertifikat resmi terbit!

KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN

Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +6282112139439
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *